Apa yang terjadi selama kita tidur?

Pernahkah pembaca memikirkan apa sebenarnya yg terjadi pada saat kita tidur? Saya rasa tidak banyak orang yg pusing memikirkan apa yg terjadi pada tubuh kita pada saat itu. Peristiwa ini sedemikian alami dan rutin dan tidak ada yg aneh sehingga harus membuat kita memikirkan apa yg terjadi pada tubuh kita selama kita tidur, iya kan?

Namun ternyata, pada saat kita tidur setiap malamnya, kita mengalami 3 hingga 5 kali Rest cycle atau siklus tidur, dimana setiap siklus tidur itu berlangsung kurang lebih sixty – 90 menit lamanya. Pada tiap siklus itu secara umum terjadi two form tidur, yaitu REM dan Non-REM Rest, yg kemudian dibagi lagi dalam beberapa tahapan yg antara satu peneliti dengan lain agak sedikit berbeda di dalam mendetailkannya. 

REM kepanjangan dari Quick Eye Motion, dimana ketika kita sedang tidur, katanya bola mata kita bergerak2 ke kanan kiri atas bawah seakan2 kita sedang sadar. Berdasarkan penelitian, ketika kita mengalami fase REM Sleeping ini, otak kita fifteen – thirty% lebih aktif daripada saat kita berjaga… padahal kita tidurrrr… Luar biasa kan?

Dalam satu siklus, 90 menit itu, kita mengalami beberapa tahapan tidur, seperti yg telah saya sebutkan di atas, ada yg membaginya dalam 3 tahapan, ada yang four tahapan, ada juga yg 5 tahapan. Meskipun berbeda-beda di dalam membagi tahapannya, namun pada dasarnya selalu mengacu pada REM dan Non-REM Rest di atas.

Saya menggunakan pendekatan tahapan yg digunakan oleh Oura Ring, karena sejak kurang lebih four tahun lalu saya memutuskan menggunakan alat ini untuk memonitor Rest pattern atau pola tidur saya. Oura Ring adalah Rest sensor yg berbentuk cincin, yg bisa saya pakai sepanjang hari. Sekarang sudah banyak wise enjoy atau wise band yg juga bisa memonitor pola tidur, hanya saja agak tidak enak menggunakan smartwatch / smartband selama kita tidur. 

Oura Ring membagi Rest cycle atau siklus tidur kita menjadi four tahapan:

  1. Awake atau Tidur Tahap 0 
  2. Gentle Rest atau NREM – Tidur Tahap one & two
  3. Deep Rest atau NREM – Tidur Tahap 3 & four
  4. REM Rest atau Tidur Tahap R

Pada tahap pertamaAwake, adalah waktu pada saat kita sudah berada di tempat tidur, dimana kita berjaga sebelum dan setelah tidur, termasuk juga ketika terjaga sesaat selama kita tidur. 

Pada tahap kedua, Gentle Rest, otot mulai lebih take it easy, pernafasan melambat, detak jantung dan suhu tubuh turun, kita mulai tertidur atau berpindah ke siklus lain, dan pada saat ini mudah untuk bangun.

Pada tahap ketiga, Deep Rest, tekanan darah turun, tubuh memulai pertumbuhan dan perbaikan otot dibarengi dengan naiknya aliran darah ke otot, dilepaskannya Advancement Hormone (Hormon Pertumbuhan) serta terjadinya perbaikan2 sel tubuh dan pertumbuhan jaringan tubuh. 

Luar biasa ya… 

Yang lebih luar biasa lagi, pada tahap four ini otak menggerojok (flushing, spt kita nge-flush rest room) sampah2 di otak yang ditengarai merupakan penyebab beberapa penyakit yg berhubungan dengan otak seperti Dementia atau Alzheimer. Pada saat ini otak kita juga menimbulkan gelombang pendek yang sangat pelan. 

Kita akan sangat sulit dibangunkan jika sedang berada pada tahap ketiga ini, dan kalaupun terbangun akan sangat tidak enak perasaannya, alias grogi. Jadi kalau kita mengalami kesulitan membangunkan teman atau anak, mungkin mereka berada pada stage ini. 

Pada tahap keempat, REM Rest, pernafasan kita meningkat, detak jantung meningkat, pengendalian suhu tubuh tidak berfungsi (mungkin pada saat ini suhu tubuh kita naik turun), bisa terjadi Vivid Aspiration (mimpi yg seperti nyata), tubuh bisa menjadi kaku (tidak bergerak) untuk menghindari kecelakaan ketika kita mimpi, dan pada saat ini juga otak kita memproses apa yg kita lihat, sentuh dan rasakan pada saat kita terjaga menjadi memory yg permanen.

Kira2 itulah semua yg terjadi selama kita tidur… luar biasa banyak kegiatan yg dilakukan tubuh kita ketika kita tidur kan ya?

Apakah pembaca mengetahui hal ini sebelumnya?

Terus terang saya SAMA SEKALI tidak mengetahuinya, bahkan setelah saya lama menggunakan Oura Ring sebagai alat keep an eye on pola tidur saya. Saya baru mulai mengexplore hal tidur ini, seperti yg saya uraikan pada bagian awal tulisan saya ini, setelah saya mengalami sendiri betapa susahnya memperoleh tidur yg berkualitas. 

Pada penelitian yg dilakukan di laboratorium terhadap otak tikus percobaan, produk2 sampah berupa neurotoxic (maaf sy gak ketemu terjemahannya) tetapi secara harafiah mungkin artinya racun2 di otak, disapu bersih pada saat kita tidur dengan baik. Di otak kita seperti ada crew pembersih yang bekerja malam hari dan membersihkan tumpukan2 kotoran seperti beta amyloid.

Beta amyloid adalah sticky peptide (peptide lengket) yg bisa menggumpal menjadi plak (plaques) dan menghambat fungsi otak. Nah Amyloid plaques ini ditengarai berhubungan erat dengan munculnya penyakit seperti… Alzheimer… penyakit paling ditakuti sedunia.

Pada saat tikus tidur, glymphatic methods otak mereka terbuka (istilah glymphatic ini mirip seperti method pembersihan oleh lympha yg disebut Lymphatic, namun glymphatic terjadi di otak). Hal ini memungkinkan terjadinya gelontoran cerebrospinal fluid (CSF, aduh saya juga tidak tahu terjemahannya, mudah2an ada pembaca dokter yg bisa menerangkan lebih baik), yang dipercaya membersihkan sampah2 di otak itu.

Kereennn kan… meskipun saya tidak sepenuhnya mengerti, akan tetapi proses luar biasa ini telah disepakati oleh berbagai ahli yg meneliti kegiatan otak kita selama kita tidur. Bahkan salah satu peneliti yg saya lupa namanya mengatakan bahwa ketika kita tidur, otak kita menyusut sebanyak thirty%, untuk memberikan ruang bagi cerebrospinal fluid itu menggelontor sampah2 di otak kita, kemudian mengembang kembali ke bentuk asalnya setelah selesai proses penggelontoran itu… Tuhhh lebih keren lagi kan… 🙂

Nah, four tahapan tidur kita itu, berdasarkan penelitian, secara porsi tidak terjadi secara merata selama kita tidur. Pada saat awal kita tidur (malam hari), porsi terjadinya Deep Rest lebih besar dibandingkan di akhir kita tidur (pagi hari). Pada akhir tidur kita, lebih banyak didominasi oleh REM Rest, bahkan pada dini hingga pagi hari kita bangun, seringkali Deep Rest tidak terjadi. 

Perhatikan gambar di bawah ini… sebelah kiri itu malam hari, sebelah kanan pagi hari. Semakin kita tidur awal, akan semakin besar kemungkinan kita mengalami Deep Rest, semakin ke arah pagi hari, semakin besar porsi REM Rest terjadi.